Matahari
Nyala di sela bukit, lalu naik
menggarang orang lalu lalang, lalu pulang
dan besok naik lagi dari sela bukit
di buku gambar anak-anak
Tangis
Pada mata ada nanar
seperti embun yang sapa ujung rumput di dingin pagi
bening
lalu, bergulir telusuri relung bumi
menyentuh tapi koyak
meresap lalu menggelegak
terima kasih tuhan, masih ada tangis dalam hatiku
(abahetet)
Antara dua sujud
Ampuni aku ya Rob
Ampuni aku ya Rob
Ampuni aku ya Rob
Jingga
Langitku berkhianat lewat warna kelabu
padahal mentari tadi menyala bringas
menggarang tanah retak yang rindu bening air
ngalir ke sela bumi
Ah.. kucium bau jinggamu
di antara keretak kerontang ranting
lalu lumpur
dan
kubur
Gusti, adakah lagi hijau di antara jingga
atau tinggal putih berbaur jelaga
Biru
Di batas biru lazuardi
kepak pun lelah tembus mega
hanya getar
menggelepar sebentar
lalu luluh
luka di balik sayap
masih sayat
tapi darah bukan batas
lihat
tak ada merah di cakrawala
hanya biru
kepak…
kepakkan sayapmu raja langit
hentak bumi dan terjang angkasa
Terbang…
Terbanglah lagi elang
tak ada batas di langitmu
hanya biru dan biru