Protes Pohon
LAGI-LAGI, seorang warga Kota Bandung meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang. Kejadian yang berulang dan berulang lagi. Masyarakat bertanya, siapa yang salah? Dewan wakil rakyat pun mengatakan bahwa warga bisa menuntut Pemkot Bandung. Artinya, dalam kasus seperti ini, pemerintah bisa saja disalahkan. Benarkah?
Konon, di Australia – menurut Mang Hidayat (Radio ABC) dalam wawancara di Radio Mara – pemerintah tidak dapat dituntut seandainya ada kejadian pohon tumbang dan menimpa warga. Alasannya, pemerintah selalu memantau kesehatan pohon-pohon. Selain itu, pemerintah juga selalu bekerja sama dengan masyarakat untuk memerhatikan kondisi pohon-pohon. Masyarakat melapor apabila melihat kondisi pohon yang mengkhawatirkan dan petugas pemerintah langsung merespons laporan itu.
Jadi, paling tidak, apabila pemerintah tidak ingin dituntut harus memenuhi syarat itu. Bagaimana di Kota Bandung? Saya tidak tahu! Apakah petugas pemerintah selalu memantau kesehatan pohon-pohon? Apakah masyarakat ikut memerhatikan kondisi pohon?
Di salah satu stasiun televisi lokal Bandung pernah disiarkan perilaku SPBU yang ”menyuntik mati” pohon-pohon yang berada di depannya. Mungkin, karena ada larangan penebangan pohon oleh Pemkot Bandung, SPBU (entah pemilik atau petugasnya) ”menyuntik” mati pohon-pohon itu. Toh, kalau sudah mati, pohon-pohon itu akan langsung ditebang. Kalaupun tidak ditebang, pohon itu akan tumbang sendiri. Ah, belum lagi pohon-pohon yang ditancapi paku pemancang papan dan kain iklan.
Bisakah warga menuntut pemerintah? Berapa banyakkah pohon yang sakit karena tidak dipantau pemerintah? Berapa banyakkah pohon yang ”disuntik mati”? Berapa banyakkah pohon yang dihujam paku? Berapa banyakkah pohon yang setiap hari diembusi gas CO dan timbal yang keluar dari asap kenalpot? Berapa banyakkah ruang untuk pohon hidup dengan sehat?
Di Bandung, pemerintah mungkin bisa dituntut. Namun, warga pun bisa disalahkan. Jadi, keduanya tidak bisa saling tuntut karena keduanya berstatus tersangka. Di Bandung, sang korban adalah pohon-pohon itu yang selalu mendapat perlakuan tak senonoh setiap hari dari warga dan pemerintah. Oleh karena itu, wajar bila mereka melakukan ”protes” dan berlaku anarki. Mereka kesal dan sungguh…, mereka memang berhak protes! (Abah Etet)***
Investasi di kota Bandung tetap tinggi malahan cenderung meningkat sebaliknya RTRW belum dibentuk, baru sebatas wacana dalam seminar dan Workshop saja, realisasinya belum ada. seharusnya RTRW belum terbentuk pembangunan dan jalur investasi lebih di kontrol.ya inilah kondisinya banyak berbenturan kepentingan
Oleh: Indra setia sundara on September 28, 2007
at 6:50 pm
Kang Indra, masalah tata ruang di Bandung memang aneh. Eh… tapi, memangnya ada RTRW di Bandung? Jangan-jangan, ruwetnya tata ruang di Bandung karena tidak ada RTRW-nya…
:)
Oleh: abahetet on September 29, 2007
at 4:15 am